HOLAQOH ALUMNI PP.MIFTAHUL HASAN AL-UTSMANI PUCANGANOM
mengingat pentingnya silaturrahmi diantara para alumni dan segenap jajaran pengurus dan juga majlis keluarga sangat dibutuhkan sekali agar para alumni tidak terputus mempunyai ikatan dengan pondoknya yang mana pondok tersebut sudah pernah menjadi bagian dari tempat tinggalnya selama menuntut ilmu hingga semua alumni saat ini menjadi orang dewasa yang memiliki berbagai pengetahuan yang berbeda.
Pondok Pesantren Miftahul Hasan Al-Utsmani juga dikatakan Pondok kecil yang terletak di wilayah desa terpencil yaitu Desa Pucanganom Kecamatan Jambesari Darus Sholah Kabupaten Bondowoso, namun ...... meskipun Pesantren Miftahul Hasan Al-Utsmani ini merupakan sebuah pesantren kecil tapi janganlah pernah kita remehkan, Ma'had ini sudah menjadi bagian dari sejarah hidup para alumninya,
Mengingat dengan beberapa kisah berdirinya Pondok Pesantren Miftahul Hasan Al-Utsmani yang dirintis dan didirikan sejak tahun 1983 sudah pasti jumlah alumninya cukup banyak juga, oleh sebab itu bertepan pada peringatan Hari Jadi Pondok Pesantren Miftahul Hasan Al-Utsmani yang ke 34 beberapa pengurus mengadakan rapat kecil dan terlintas dalam sebuah percakapan diantara para pengurus, yang mana pengurus tersebut juga alumni dari Pondok Pesantren Miftahul Hasan Al-Utsmani, sehingga bertepatan pada MILAD YANG KE 34, Pondok Pesantren Miftahul Hasan Al-Utsmani mengundang semua Alumni baik yang berdomisili di dalam Kota maupun yang sudah berdomisili di luar kota, alhamdulillah acara tersebut berjalan sukses, dan direncanakan kedepannya akan diadakan setiap tahun sekali namun dauh beliau Pengasuh menghendaki diadakan 2 tahun sekali,
waktu terus berlalu pada 2 tahun berikutnya pengurus sudah merencanakan akan di adakan lagi pertemuan temu kangen para alumni, setelah semua konsep kegiatan sudah rampung dan akan ditentukan kapan waktunya, tiba-tiba ALLAH SWT belum mengijinjan acara temu kangen tersebut dilaksankan, dikarekan adanya pandemi Covid-19,
Kita terus mengkaji terkait pentingnya acara pertemuan alumni ini, dan dampak positif terhadap Pesantren meskipun beberapa kali mencoba tpi selalu gagal, Alhamdulillah pada Tahun 2023 ini kita tidak perlu mengadakan acara besar dan resmi, acara sangatlah sederhana yang penting ISTIQOMAH kita selalu terjaga, maka dari itu teruslah kita semua bermunajat kepada Allah agar rutinitas kecil kita ini kedepannya menjadi rutinitas besar.
Read more
PPDB SMK MIFTAHUL HASAN AL-UTSMANI PUCANGANOM
PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HASAN AL-UTSMANI
untuk pendaftaran siswa baru tingkat SMK Miftahul Hasan Al-Utsmani langsung menghubungi Contac peson :
Ancak Agung PP Miftahul Hasan Al-Utsmani Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di PP Miftahul Hasan Al-Utsmani berjalan lancar, aman, dan kondusif.
Bicara masalah ancak agung yang sudah dibuat dan di sajikan pada seluruh hadirin yang sudah hadir dalam pengajian akbar dan pembacaan sholawat Nabi, pada malam kamis tgl 17 Robi'ul awal 1441 H. para hadirin berebut mendapatkan bermacam-macam makanan yang ada diancak tersebut. baik yang berupa buah-buahan nasi dan lain sebagainya. Dan untuk peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun 2018 masih ada beberapa saja ancak agung yang dibuat oleh para wali santri, namun di tahun 2019 ini wali santri sudah mulai sangat antusias sekali untuk membuat ancak agung tersebut, sehingga pada tahun 2019 ini ada sepuluh ancak agung yang dibuatnya. semoga ditahun mendatang akan lebih meriah dan lebih spektakuler lagi. Sejarah Singkat PP. Miftahul Hasan Al-Utsmani
![]() |
| Pondok Pesantren Miftahul Hasan Al-Utsmani Pucanganom |
NB.
Adakalanya santri nakal ketika mondok dan adakalanya santri rajin ketika mondok. Bahkan tak jarang pula kita mendengar orang berkata : "Mangkanah ka ponduk perak entar tedung." (Makanya, ke pondok cuma mampir tidur). itu tandanya santri nakal di pondok.
Tapi tim redaksi husnud-dzan terhadap perkataan beliau dan hanya tersenyung-senyum sambil mengingat-ingat kelakuan-kelakuan ketika mondok. Apalagi perkataan itu dilontarkan oleh beliau selaku Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Hasan Al-Utsmani. Tentunya kita beranggapan bahwa beliau mondok dua tahun di Genggong dalam menjalani pendidikannya, beliau seorang yang rajin. Dan kita tahu seorang yang ahli ilmu itu akan selalu haus terhadap ilmu sebagaimana mbah beliau, yaitu Syaikhuna KH. Utsman yang diberi julukan "Macan Kurus Haus Ilmu" karena selalu kurang menimba ilmu.

NB. dan pernah juga disampaikan oleh beliau ketika menjelang pelaksanaan peringatan IKHTIBAR yang mengusung tema "Mengenang sejarah berdirinya PP Miftahul Hasan Al-Utsmani yang ke 36 dengan beberapa ajuan pertanyaan yang diajukan kepada beliau oleh salah satu seorang alumni sekaligus wali santri (Imam Junaid) yang ditemani oleh guru tugas (Abdul Muqit), dengan pertanyaan tersebut sangatlah kurang sopan untuk diajukan oleh seorang santi kepada sang kiai, namun demi kemaslahatan dan juga agar sejarah itu tetap terkenang kelak.
Bagaimana proses peminangan kiai pada ibu yai endang?
"Ye abhekalan, engko' abhelan keyah." Ya bertunangan, saya bertunangan juga. beliau sambil tersenyum dengan pertanyaan tersebut, yang menjadi pelantara atau penyambung lisan adalah P.Sumyati/H.Muhdor alm. @ ij.
lanjutan TRILOGI
NB. bahkan ada yang menyampaikan salah satu dari sesepuh masyarakat pucanganom lahan yang didirikan pesantren ini juga pernah ditempati tempat aduan sapi milik bapak mertua beliau. @ ij
Hasil pertanyaan redaksi pada salah satu santri pertama di Pondok Pesantren Miftahul Hasan Al-Utsmani, yatu Priyanto atau H. Zainal: " Kedua santri Beddian yang ikut mengaji di pucanganom itu namanya adalah Syura'i dan Tarjo. NB. (Nama kedua santri tersebut juga pernah disampaikan langsung oleh beliau KH.Subhan Amin pada saat kami menghadap langsung kepada kiai.) @ ij Dan semenjak itu pada tahun 1983, kiai masuk ke Pucanganom, saya juga masuk ke pucanganom. Dan santri ketika itu ada sepuluh santri, lima santri putra. Yang termasuk saya, Totok, Haryanto, Yon, Hor. Dan juga lima santri putri. Kalau diantara kelima santri putri itu yang saya ingat namanya adalah Yayuk. Dan yang lain saya lupa." NB. dan juga pernah disampaikan oleh kiai santri putri tersebut adalah Tolak, Hayani dari kebun karang dan juga ada lagi santri yang saat ini berkeluarga di jember namanya juga pernah disebutnya oleh beliau namun karena kami tidak mencatatnya nama tersebut maka kami lupa. @ ij
Tidak. kiai itu masuk ke pucanganom, kiai tidak mengajar selama satu tahun lebih. sebab, mertua kiai itu adalah seorang petani. Jadi, kiai itu disuruh bertani bukan disuruh mengajar. Sedangkan dua santri yang ikut dari Beddian ikut menemani kiai. Namun sebelum adanya sekolah proses belajar-mengajar itu sudah berjalan. Santri itu ngaji di musholla punyanya Pak Adi, disebelah selatannya gedung sekolah yang ada sekarang. Jarak antara 1983 dan 1987 itu empat tahun. Jadi adanya santri yang bersekolah itu dua tahun setelah peresmian madrasah (dua tahun sebelum tahun 1987). Dan sebelum adanya santri yang sekolah, santri hanya mengaji Al-Qur'an dan kiai mengajar di dalem. Ketika ada santri yang mau sekolah, kiai mengajar di mushollanya pak Adi. Dan pada tahun 1986 madrasah mulai dibangun dan diresmikan di tahun 1987.
Setelah peresmian itulah baru santri yang sekolah pindah kebangunan madrasah. Setelah itu, pada tahun itu pula ada guru yang ditugaskan ke PP Miftahul Hasan Al-Utsmani, yaitu dari PP Al-Utsmani Beddian. Namun kedua santri yang ikut kiai dari Beddian, yaitu Syura'i dan Tarjo itu mengajar juga. Nama guru yang di tugaskan dari Beddian itu adalah pak salamun, orang Patemon. Dan pada tahun itu pula perpindahan musholla dari punya pak Adi ke musholla sekarang yang ada ini. Jadi guru yang mengajar waktu itu ada tiga orang: Syura'i, Tarjo, dan Pak Salamun.
Baru tahun 1989 ada guru lagi, yaitu Muhammad (Pak Nailul) santri Sidogiri. Dan semenjak kedatangan Muhammad atau Pak Nailul, Mak nyai tidak ngajar lagi. Dan pada saat itu santri putra dan putri dipisah. Syura'i, Tarjo dan Pak salamun mengajar di santri putra. Dan Muhammad atau Pak Nailul dan saya mengajar di santri putri. Namun saya masih belajar sambil mengajar.
NB.
Mengenai mushollah yang ada pada tahun 2019 ini adalah musholla yang baru yang di rehab pada perkiraan tahun 2010-an dan juga terkait dengan adanya Pondok Pesantren Miftahul Hasan ini, Ketika mulai ada beberapa jumlah santri yang bermukim maka dibangunlah Pondok Putra sebanyak lima kamar yang bertempat di sebelah utaranya musholla. sementara itu untuk pondok putri masih bertempat disalah satu ruang kamar kiai, setelah pak Adi pindah ke selatan jalan rumah pak Adi ditempati santri putri. Kemudian kiai membangun dalem yang baru, pertama dalem kiai bertempat dibangunan dalem nyai hasanah putri kedua kiai yang ada saat ini. Kemudian memindahkan pondok putra yang semula bertempat di utaranya musholla maka pada saat itu dipindahkan di selatan musholla sebanyak 6 ruang kamar, dan sampai saat ini dipindahkan lagi dengan posisi yang ada saat ini menghadap ke barat dengan jumlah ruangan sebanyak 10 ruang kamar.
kolaborasi media
Jurnalistik Al-Utsmani Beddian media edisi 11 Shofar 1441
JUARA UMUM SANTRI PP. MIFTAHUL HASAN AL UTSMANI TINGKAT ULA & WUSTHO TAHUN 2019
Popular Posts
Tech News
Send Quick Massage
Search This Blog
Blog Archive
- April 2024 (2)
- March 2024 (2)
- May 2023 (1)
- April 2023 (1)
- March 2023 (4)
- November 2019 (2)
- April 2019 (1)
- August 2018 (4)
Tentang Kami





















































